Kembali

4 Cara Miliki Resiliensi Bisnis agar Bisnis Bertahan Lama

4 Cara Miliki Resiliensi Bisnis agar Bisnis Bertahan Lama - Pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan terbesar bagi dunia bisnis, khususnya setahun terakhir. Hampir semua industri turut merasakan dampaknya, yang mana hal ini menyebabkan perubahan perilaku konsumen yang terjadi secara drastis.

Akibatnya, banyak pemilik bisnis tidak punya cukup waktu untuk mengubah strategi dalam menjual produk atau jasa mereka. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk bisa memiliki resiliensi bisnis agar bisnis dapat bertahan lama dan terhindar dari hal-hal yang merugikan ketika berada dalam situasi krisis.

Jika diterjemahkan dalam bahasa sederhana, resiliensi bisnis adalah suatu kemampuan organisasi untuk menyerap dan beradaptasi dalam lingkungan yang berubah agar tetap bertahan dan berhasil mencapai tujuan. Artinya, saat “gangguan” terjadi, pastikan bisnis Anda memiliki manajemen risiko yang baik saat menghadapinya, tanpa merusak sistem utama bisnis Anda.

Sebelum membahas beberapa cara untuk membangun bisnis yang resilien, diperlukan sistem yang kuat di dalam organisasi bisnis. Prinsip-prinsip berikut bisa dijadikan acuan saat membentuk organisasi atau struktur bisnis Anda.

  • Sikap yang selaras untuk mencapai visi dan tujuan bersama.
  • Tata kelola manajemen yang baik.
  • Kemampuan beradaptasi dalam merespon perubahan.
  • Memiliki kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang beragam.
  • Koordinasi yang baik antar divisi.
  • Manajemen risiko yang efektif.

Jika sudah memenuhi prinsip-prinsip di atas, Anda bisa melanjutkannya dengan menerapkan strategi berikut untuk menciptakan resiliensi bisnis atau ketahanan bagi bisnis Anda. Strategi yang dimaksud di antaranya sebagai berikut.

4 Cara Miliki Resiliensi Bisnis Agar Bisnis Bertahan Lama

1. Fundamental Bisnis yang Kuat

Bagi Anda para pemimpin, situasi saat ini diperlukan usaha yang seimbang antara mengelola operasional dan mencari peluang bisnis yang ada. Untuk menjalankan hal tersebut, Anda memerlukan perhitungan pasti soal neraca keuangan agar bisnis tetap bisa berjalan meski dalam keadaan yang sangat buruk.

Di sisi lain, Anda juga perlu memiliki beberapa proyeksi keuntungan yang terukur. Dalam hal ini, Anda bisa mengandalkan data yang diperoleh dari laporan bisnis sebelumnya. Lakukan evaluasi terhadap produk serta target market yang bisa dimaksimalkan untuk memperoleh pendapatan.

Akan sangat membantu, jika Anda memiliki sebuah tools yang bisa menampilkan prediksi bisnis yang sesuai. Melalui Pojok Usaha, tools analisis seperti Amazon Lightsail dan Amazon EC2 bisa diandalkan dalam mengolah data hingga menghasilkan sebuah rekomendasi bisnis yang layak untuk dicoba.

2. Memiliki Anggota Tim yang Tepat

Mempertahankan orang yang bisa beradaptasi dalam pekerjaannya adalah langkah tepat dalam membangun resiliensi bisnis. Dengan adanya orang-orang seperti itu, maka bisa diandalkan jika bisnis yang Anda jalankan harus menghadapi hal-hal di luar dugaan, termasuk krisis seperti sekarang.

Aplikasi seperti Gadjian menawarkan fungsi lebih dari sekedar mengelola kebutuhan karyawan, Gadjian juga bisa memberikan hasil analisis kinerja karyawan yang bisa dijadikan bahan rekomendasi Anda dalam memilih orang yang tepat untuk diajak berjuang saat menghadapi krisis bersama-sama.

3. Model Bisnis Digital

Berubahnya perilaku konsumen saat COVID-19 membuat banyak bisnis pindah ke channel online. Hal tersebut memang jadi cara pertama yang bisa dilakukan dalam mempertahankan bisnis. Setelahnya, Anda harus memperkuat aset online dengan berbagai fitur pendukung teknis seperti sistem pemesanan, pembayaran, keamanan, dan seterusnya.

Dengan begitu, Anda memiliki peluang yang besar untuk melanjutkan bisnis Anda melalui model bisnis digital. Namun, bukan hanya metode bisnis yang diubah ke arah digital, diperlukan juga penyesuaian dalam mengelola sistem operasional dengan menggunakan pendekatan digital untuk ke depannya.

4. Strategi Bisnis yang Berpegang Pada Tujuan

Ini dia cara selanjutnya untuk meningkatkan resiliensi bisnis. Perlu diketahui, apapun skala bisnis yang Anda jalankan saat ini, memiliki “purpose” sebagai nilai perusahaan yang dipegang bersama, mampu membuat bisnis Anda lebih resilien. Purpose inilah yang menjadi panduan untuk segala keputusan bisnis yang diambil, baik di waktu terbaik maupun di waktu yang terburuk sekalipun.

Ada banyak contoh perusahaan yang menggunakan purpose sebagai strategi utama bisnisnya, sebut saja Netflix, Apple, dan Disney. Ketiganya telah berhasil membuktikan sebagai bisnis yang resilien dengan melewati beberapa periode krisis dari dulu hingga saat ini. Sekarang, sudahkah Anda memiliki purpose dari bisnis yang sedang dijalankan?

Pojok Usaha dapat membantu membangun bisnis Anda menjadi lebih tangguh untuk menghadapi tantangan di depan. Beberapa layanan yang tersedia di pojok usaha sesuai dengan empat cara yang dibahas di atas. Yuk, klik di sini untuk cari tahu info lengkapnya!