Kembali

Hindari 7 Hal Ini Jika Ingin Membuat Laporan Keuangan yang Berkualitas

Hindari 7 Hal Ini Jika Ingin Membuat Laporan Keuangan yang Berkualitas – Laporan keuangan adalah cerminan sebuah usaha atau bisnis. Artinya, suatu usaha atau bisnis bisa dikatakan sehat atau tidak secara finansial, dengan melihat dari laporan keuangannya.

Selain itu, laporan keuangan yang berkualitas dan menunjukkan hasil yang positif, bisa menjadi bahan pertimbangan yang menarik bagi para investor.

Dengan demikian, bagi Anda yang sedang berencana menarik investor untuk pengembangan bisnis, penting sekali untuk menyiapkan laporan keuangan yang memenuhi standar.

Pada dasarnya, laporan keuangan terdiri dari tiga jenis, yaitu laporan neraca keuangan (balance sheet), laporan laba/rugi (profit and loss), dan laporan arus kas (cash flow).  Ketiga jenis laporan tersebut memiliki fungsi yang beragam.

Selain memperlihatkan kinerja usaha atau bisnis, laporan keuangan bisa menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis, memenuhi persyaratan untuk mendapat pembiayaan dari lembaga keuangan, dan yang terakhir adalah sebagai kelengkapan dokumen untuk kepatuhan pajak.

Lalu, apa akibatnya jika sebuah usaha atau bisnis tidak memiliki laporan keuangan yang berkualitas? Jika Anda ingin membuatnya, yuk hindari 7 hal berikut ini.

Hindari 7 Hal Ini Jika Ingin Membuat Laporan Keuangan yang Berkualitas

1. Tidak Bisa Mengetahui Aset Kekayaan yang Dimiliki

Setiap usaha atau bisnis umumnya memiliki aset yang digunakan sebagai modal usaha. Aset terbagi dalam beberapa jenis, antara lain aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset pajak tertanggung.

Contoh aset tetap adalah tanah, bangunan, peralatan, mesin, hingga furnitur yang dimiliki suatu usaha atau bisnis. Sementara itu, aset yang tidak berwujud contohnya seperti hak paten, royalti, dan lainnya.

Semua aset tersebut biasanya akan tercatat secara rinci dalam laporan keuangan. Maka, akibat dari tidak adanya laporan keuangan, pemilik usaha tidak bisa mengatur anggaran secara efektif.

Selain itu, pemilik usaha tidak akan mengetahui berapa banyak aset yang digunakan baik sebagai modal maupun sebagai investasi jangka panjang untuk pengembangan usaha.

2. Sulit Mengontrol Pengeluaran

Tidak adanya informasi tentang pengeluaran usaha atau bisnis seperti biaya produksi, distribusi, hingga promosi tentu akan membuat pengeluaran tidak terkontrol.

Pemilik usaha tidak bisa memperkirakan biaya produksi untuk digunakan sebagai patokan dalam menentukan harga jual sebuah barang/jasa. Akhirnya, harga jual yang ditawarkan menjadi tidak tepat hingga berujung pada kerugian.

Maka, jika Anda ingin memiliki laporan keuangan yang berkualitas, sebaiknya hindari hal-hal tersebut.

3. Tingginya Risiko Penyalahgunaan Keuangan

Minimnya pengelolaan keuangan di dalam usaha atau bisnis bisa mengakibatkan kerugian, bahkan kebangkrutan. Tanpa adanya laporan keuangan yang jelas, tentu akan memberikan peluang untuk kebocoran dana.

Pemilik usaha juga akan kesulitan untuk menelusuri jika terjadi penyalahgunaan keuangan. Tidak adanya riwayat transaksi yang lengkap, maka pemilik usaha tidak bisa menemukan bukti atas kerugian yang terjadi.

Dengan memiliki laporan keuangan, pemilik usaha bisa memantau pengeluaran dan pemasukan uang di usaha atau bisnisnya dalam rentang waktu yang dibutuhkan, mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

4. Tidak Memiliki Proyeksi Bisnis di Masa Depan

Laporan keuangan yang berkualitas bisa menyajikan informasi seperti produk/jasa dengan penjualan tertinggi, sisa modal, hasil keuntungan, dan informasi lainnya.

Informasi yang didapat dari pencatatan laporan keuangan itulah yang kemudian bisa diolah menjadi sebuah proyeksi bisnis. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari usahanya.

Bayangkan, jika Anda tidak memiliki itu semua, maka keputusan-keputusan strategis yang diambil sangat berisiko, karena tidak memiliki alasan atau dasar perhitungan yang logis.

5. Berisiko Terjadi Kesalahan Penghitungan

Laporan keuangan yang masih diinput secara manual, tentu memiliki risiko human error. Belum lagi dengan tiga jenis laporan keuangan yang membutuhkan proses perhitungan yang berbeda-beda.

Kesalahan hitung bisa berbuntut panjang mulai dari perhitungan biaya operasional yang membengkak atau bahkan kurang, hingga perhitungan pajak yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal-hal tersebut akan sangat merugikan bisnis yang dikelola.

6. Tidak Memiliki Riwayat Dokumen Keuangan

Dokumen keuangan menjadi barang yang berharga bagi usaha atau bisnis. Dokumen ini bisa digunakan untuk menyusun strategi pengembangan usaha atau ketika menghadapi suatu krisis.

Laporan keuangan yang berkualitas juga dapat membantu menampilkan informasi yang telah terjadi di masa lampau, terutama soal keberlangsungan suatu usaha atau bisnis.

7. Tidak Bisa Mendapat Akses Pembiayaan

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan pinjaman modal dari lembaga pembiayaan adalah memiliki laporan keuangan yang baik. Bank atau lembaga pembiayaan lain membutuhkan hal tersebut untuk menilai apakah sebuah usaha atau bisnis itu layak untuk diberikan pinjaman atau tidak.

Tanpa adanya laporan keuangan, suatu usaha atau bisnis akan dianggap terlalu berisiko dan diragukan untuk melunasi kewajibannya.

Laporan keuangan yang berkualitas biasanya dibuat oleh para profesional ataupun konsultan keuangan. Namun, kini ada sebuah solusi simpel bagi pemilik UMKM dalam pembuatan laporan keuangan lewat sebuah aplikasi akuntansi bernama Jurnal.

Jurnal sendiri merupakan aplikasi berbasis cloud, yang bisa diakses dari mana saja dengan koneksi internet dan menampilkan data secara real-time.

Dilengkapi dengan fitur dan sistem yang memudahkan pekerjaan Anda, menghindari dari kesalahan, dan yang paling penting mempercepat proses pembuatan laporan keuangan sehingga Anda bisa kembali fokus pada pengembangan bisnis.

Setiap usaha atau bisnis tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam pembuatan laporan keuangan. Jurnal mampu membuat lima jenis laporan keuangan, mulai dari laporan keuangan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan (CALK).

Dapatkan kesempatan untuk mencoba aplikasi Jurnal secara gratis melalui layanan Pojok Usaha dengan klik di sini. Selamat mencoba dan selamat membuat laporan keuangan yang berkualitas!